Selasa, 08 Januari 2013

Manusia dan Harapan

Pengertian Harapan

Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan agar harapan dapat tercapai diperlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan tentunya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Contoh: Darto seorang mahasiswa Universitas Gunadarma fakultas psikologi, ia belajar  dengan rajin dengan harapan agar sewaktu ujian semester ia memperoleh nilai A.

Menurut kodratnya dalam diri manusia terdapat dua dorongan, yaitu dorongan kodrat serta dorongan kebutuhan hidup. Menurut Abraham Maslow kebutuhan hidup manusia dibagi menjadi 5, yaitu;
1.   Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup
2.   Harapan untuk memperoleh keamanan
3.   Hak untuk mencintai dan dicintai
4.   Harapan diterima lingkungan
5.   Harapan memperoleh perwujudan cita-cita
Dalam mencukupi kebutuhan kodrat maupun kebutuhan, manusia membutuhkan orang lain.


Harapan Sebagai Fenomena Nasional

Artinya harapan adalah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri manusia dimanapun berada. Mengutip pandangan dan teori A.F.C. Wallace dalam bukunya culture and personality,  menegaskan bahwa kebutuhan merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian yang merupakan sasaran dari kehendak, harapan, keinginan, serta emosi seseorang. Kebutuhan individu dapat dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi:
a)Kebutuhan Organik Individu :
1. Kebutuhan individu bernilai positif.
2. Kebutuhan individu bernilai negatif.
b) Kebutuhan psikologi individu :
1. Kebutuhan psikologi indifidu bersifat positif.


Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya,artinya mengakui atau meyakini akan sesuatu hal yang benar. Kepercayaan adalah suatu hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Menurut pandangan bidang logika kebenaran memiliki pengertian yang tidak jauh berbeda yaitu menyesuaikan kesamaan pemahaman antara keputusan dengan objek yang diketahui benar-benar terbukti (kebenaran logis). Kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif dan kebenaran etis juga disebut kebenaran subjektif. Jika tidak ada kesamaan pemahaman antara keputusan dan objeknya yang diketahui, maka terdapat dua kemungkinan, yaitu:
Orang yang mengutarakan putusan keliru.

Orang yang mengutarakan putusan sengaja mengutarakan tidak sesuai dengan realita yang diketahuinya.
Dasar kepercayaan ialah kebenaran dan sumber kebenaran adalah manusia, oleh karena itu keepercayaan terdiri atas:
  • Kepercayaan pada diri sendiri, yaitu kepercayaan yang harus ditanamkan pada setiap pribadi manusia. hakekatnya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Kepercayaan pada orang lain, yaitu percaya pada kata hatinya yang berbentuk pada perbuatan kebenaran kepada orang lain. Misalnya pada saudara, teman, orang tua atau siapa saja.
  • Kepercayaan pada pemerintah, Menurut buku etika, Filsafat Tingkah karya Prof. I.R. poedjawiyatnya. Negara itu berasal dari Tuhan. Setidaknya kedaulatan tertinggi ada pada Tuhan. Namaun pada pandsangan demokratis mengatakan bahawa kedaulatan adalah milik rakyat. Dan penjelmaan rakyat adalah negar melelui pemerintahan khusus.
  • Kepercayaan kepada Tuhan, yaitu meyakini bahwa manusia diciptakan oleh tuhan dan manusia harus bertakwa pada tuhannya. Salah satu cara bertakwa adalah mengukuhkan imannya bahwa tuhan merupakan zat yang merupakan kebenaran mutlak

Manusia dan Harapan

Harapan itu bersifat manusiawi dan berhak dimiliki semua orang. Manusia tidak bisa terlepas dari harapan. Harapan adalah bagian hidup dari manusia. Manusia yang tidak memiliki harapan sama saja seperti orang yang mati. Harapan adalah awal menuju tujuan hidup manusia yang bermacam-macam.

Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup berikutnya ditempat tersebut juga akan mendapatkan kebahagiaan. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa “hari esok lebih baik dari pada hari ini dan menjadikan masa lalu sebagai cermin untuk meraih masa depan yang lebih baik”, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.




Harapan Terakhir

Menurut Aristoteles, kehidupan ini berasal dari generatio spontanea, artinya kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Aristoteles pada zamannya belum sampai pada pemikiran bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan jagad raya ini berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Manusia memiliki kebutuhan jasmani, diperoleh dengan mencukupi kebutuhan hidup yang bersifat kebendaan, sedangkan kebutuhan rohaninya dicukupi dengan hal-hal yang sifatnya rohani, khususnya keagamaan. Ada manusia yang dalam pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan kehidupan duniawi sehingga manusia tersebut hanyalah memuaskan diri pada semua kenikmatan jasmaninya. Ada pula manusia yang pandangan hidupnya justru sebaliknya. Agama Islam mengajarkan manusia tidak hanya mengejar kebutuhan yang bersifat duniawi saja, tetapi juga bersifat ukhrowi (kehidupan akhirat).

Semakin tinggi kesadaran kehidupan beragama seseorang, maka semakin yakinlah mereka, bahwa semua manusia akhirnya akan meninggal dan kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dunia yang serba gemerlap akan ditinggalkan dan akan hidup di dalam akhirat yang abadi.
Bagi orang atheis dengan pandangan matrealistis, mereka tidak percaya akan adanya Tuhan. Bagi mereka mati bukan karena rohnya kembali kepada Tuhan, tetapi karena jantungnya berhenti berdenyut. Sebaliknya, bagi yang percaya pada Tuhan, meyakini bahwa seseorang yang meniggal akan kembali kepada asalnya, yaitu Tuhan.

Dengan pengetahuan dan pengertian agama tentang kehidupan abadi setelah orang meninggal, manusia menjalankan ibadahnya. Ia menjalankan perintah Tuhan melalui agama, dan menjauhi larangan-Nya. Manusia menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk kecil yang tidak akan berdaya terhadap kekuasaan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkan demi kehidupan abadi di akhirat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan harapan terkhir manusia.

Rabu, 21 November 2012

PENGARUH BUDAYA ASING



MANUSIA  DAN KEBUDAYAAN
Di zaman sekarang ini, banyak sekali budaya-budaya asing yang masuk ke dalam negara kita Indonesia. Ada beberapa hal yang memang bisa diterima dengan mudah diterima oleh budaya kita Indonesia, namun ada pula yang sulit diterima oleh masyarakat di Indonesia.
Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaiknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang yang lebih sulit untuk menerima budaya baru. Hal itu disebabkan karena norma-norma yang tradisional sudah mendarah daging sehingga sulit sekali untuk mengubah norma-norma yang sudah demikian meresapnya dalam jiwa generasi tua tersebut, sebaliknya belum menetapnya unsur-unsur atau norma-norma tradisional dalam jiwa generasi muda menyebabkan bahwa mereka lebih mudah menerima unsur-unsur baru yang kemungkinan besar dapat mengubah kehidupan mereka. 
Di bawah ini adalah contoh-contoh budaya asing yang mudah diterima :
  • Budaya seni musik dan tari, contohnya saja seperti K-pop yang sedang digemari para remaja maupun orangtua, begitu pula dengan tarian gangnam style yang mendunia karena gerakannya yang mudah dan sangat menarik.
  • Budaya teknologi yang dapat memepermudah komunikasi seperti blackberry dari Kanada yang sudah seperti kebutuhan setiap individu di Indonesia.
  • Budaya Jepang yang menyukai sushi ternyata diminati oleh orang Indonesia, banyak juga para peminat sushi yang menyalurkan bakat berbisnis mereka dengan membuka gerai restoran sushi yang dimodifikasi dengan makanan Indonesia.
Di bawah ini adalah contoh-contoh budaya asing yang sulit diterima :
  • Ideologi bangsa asing, masyarakat Indonesia tidak bisa menerima dengan mudah ideologi-ideologi bangsa lain karena Indonesia masih menganut Pancasila sebagai ideologi mereka.
  • Budaya bangsa Belanda yang melegalkan ganja, sedangkan di Indonesia hal tersebut sudah menyalahi aturan hukum-hukum yang berlaku di Indonesia.
  • Budaya fashion, pakaian yang terlalu terbuka bagi masyarakat Indonesia adalah hal yang tabu dan dianggap seperti hal yang tidak baik, maka sangat sulit diterima. 
·         Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
·         Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
·         Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
·          Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Sumber :
http://mutiaraputriarina.blogspot.com/2012/10/manusia-kebudayaan.html 



PUISI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzIrYcDTOorkvXFTYK1WKCp9QA5vmTIqRz5FzMjA9wAuw6Nfhyo5vGNM20__CMU5J_6Kz63NwjH1LB96I-fGbRiI0AJzY-H4wyCXx6__8gx3lSTMMLX7EE9zmsi2LB47XwiSwOgzYUm91h/s200/perahu-kertas1.jpg


KENANGANKU
Puisi Tanpa Nama

Ingat bagaimana aku melangkah pergi,
Pada kaki kecil, hari sekolah pertama ku?
Dengan tangan mungil aku melambaikan tangan,
Dan aku melihat air mata di sudut mata Anda.
Tapi kau berani dan begitu juga aku
Kami berdua berusaha keras untuk tidak menangis.

kaki kecilku membawaku ke sekolah.
Aku ingat Anda berkata, “Sekarang taat aturan setiap saat!”
tangan-tangan kecil saya membuka pintu sekolah
Di mana-mana Aku melihat, ada anak-anak berlimpah.
Aku pergi ke lorong ke merah besar “K”.
Ada Mrs.Laura untuk menunjukkan jalan.

Kami membuat keluarga besar, bersama Mrs.Laura

Dengan keluarga ini besar, kami harus saling membantu.
Saya sudah berusaha keras untuk mendengarkan sepanjang tahun.
Jadi ketika saya di kelas pertama, saya akan tidak perlu takut.

Otot-otot di tangan saya sekarang jauh lebih kuat.
Dan bahkan kaki saya terlihat jauh lebih lama.

Pada hari terakhir sekolah, seperti yang kita semua selamat tinggal gelombang,
Apakah Anda s’pose Mrs.Laura akan memiliki air mata di matanya?
Ini benar-benar telah menjadi tahun ajaran bahagia.
Dan jika bukan karena Anda, Mom dan Dad,
Saya tidak akan ada di sini!

RESENSI NOVEL

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzIrYcDTOorkvXFTYK1WKCp9QA5vmTIqRz5FzMjA9wAuw6Nfhyo5vGNM20__CMU5J_6Kz63NwjH1LB96I-fGbRiI0AJzY-H4wyCXx6__8gx3lSTMMLX7EE9zmsi2LB47XwiSwOgzYUm91h/s200/perahu-kertas1.jpg


Resensi Novel: PERAHU KERTAS

Judul                           : Perahu Kertas
Pengarang                  : Dewi Lestari - Dee
Penerbit                     : Bentang
Halaman                     : 443
Tahun Terbit                          : 2009
ISBN                          : 978-979-1227-78-0

               
               Bukan! Bukan Keenan tak ingin membahagiakan ayahnya dengan masuk fakultas manajemen. Tapi ia hanya amat sangat senang melukis, seperti ibunya dahulu. Namun keputusan mutlak sang ayah yang dirasa pahit ini justeru mempertemukannya dengan seorang manusia –yang menamakan dirinya sebagai alien Saturnus- bergender perempuan berperangai sangat aneh-norak-urakan-nggak cewek banget- namun periang, pintar, dan sangat jenius dalam hal tulis menulis yang merupakan hobinya. Ia bernama Kugy.
                Perkenalannya dengan ”mahluk aneh” itu berawal ketika sepupunya, Eko, mengajak pacarnya, Noni yang turut serta membawa -sahabat paling dekatnya-Kugy saat menjemput Keenan untuk pertama kalinya datang ke Bandung –universitasnya kini. Jadilah keempat manusia tersebut  menyatu dalam sebuah pertemanan yang mereka namakan geng “midnight”-berasal dari kebiasaan mereka yang selalu nonton midnight movie di bioskop.
                Dan siapa sangka, Keenan yang cool banget itu bisa jatuh hati pada Kugy, yang sayangnya telah memiliki seorang pacar yang bernama Joshua. Tapi, siapa pula yang tidak bisa kelepek-kelepek dengan sikap Keenan yang cool, misterius, pintar -lebih tepatnya jenius! ipk: 4,0 PERFECT.- dan bertampang tampan pula keturunan Belanda. Namun sayang, Ojos (Joshua) menghalangi bersatunya cinta mereka. Tapi pada akhirnya, kesalahpahaman membuat hubungan Kugy dan Ojos kandas.
                Kisah cinta mereka yang complicated diwarnai dengan munculnya seorang wanita bernama Wanda yang cantik, elok, tinggi, putih, bak Barbie. Belum lagi karena kelihaiannya sebagai collector seni di galeri milik ayahnya yang paling terkenal di Jakarta, Galeri Warsita. Sepupu Noni tersebut rela berpura-pura menjadi pembeli gadungan untuk lukisan-lukisan Keenan yang berkat bujukannya kepada sang ayah, dipamerkan di Warsita. Namun pada akhirnya, di malam hari pertunangan Noni dan Eko, Keenan mengetahui kebusukan Wanda karena kemarahan Wanda untuk meminta balasan perasaannya yang tak kunjung diterima Keenan. Disitulah Wanda yang tengah mabuk keceplosan membongkar rahasianya sendiri.
                Sementara di malam itu, Kugy yang sudah berbulan-bulan lamanya menghindar dari geng midnight gara-gara tidak setuju –dan terlukai-dengan rencana Eko dan Noni untuk mencomblangkan Keenan dengan Wanda, terpaksa tidak hadir. Timbulah masalah baru. Perang dingin Noni vs Kugy pun dimulai. Sementara Keenan yang merasa dibohongi oleh “si Barbie” memutuskan untuk menjauh dari  dunia lamanya yang kelam. Dan Kugy lebih memilih menyibukkan diri dengan kegiatan sosialnya mengajari anak-anak putus sekolah di pelosok Bandung. Ia memendam ketidakterusterangan tentang perasaan sebenarnya terhadap Keenan, kepada Noni dan Eko.
                Keenan, lari tanpa kabar. Membuat ayahnya sakit parah. Sementara Keenan yang telah betah di Bali –tempat tinggal barunya- telah menemukan tambatan hatinya yang bernama Luhde. Luhde adalah gadis manis Bali dan pemikir yang hebat. Namun hingga ia berhasil memantapkan hatinya kepada Luhde, tak sedetikpun Keenan melupakan Kugy. Terlebih dengan sebuah buku berisi dongeng anak-anak karya Kugy yang selalu menjadi inspirasi dari setiap lukisannya dan selalu dibacanya setiap hari.
                Sementara Keenan harus kembali ke Jakarta untuk memberi “kesembuhan” bagi sang ayah dan meng-handle perusahaan ayah, wisuda Noni, Eko, dan Kugy membuahkan hasil baik. Namun perang dingin belum usai. Kugy menjadi seorang tim kreatif di sebuah perusahaan advertising masyhur dan mendapatkan seorang pangeran yang berbeda 8 tahun lebih tua dari umurnya. Tak lain adalah boss-nya sendiri, Remi. Namun bukan berarti cintanya untuk Keenan terhapus.
                Sebuah pertemuan di malam pernikahan Eko dan Noni menjadi momen nostalgia empat sekawan yang sudah lama sekali tak bertemu. Keadaan Noni dan Kugy membaik –setelah sebelumnya kata “maaf” dari bibir Noni meluluhkan perang antara keduanya-, dan akhirnya Kugy dan Keenan bertemu. Namun, dengan mengantongi status masing-masing sebagai “milik orang”. Di akhir cerita, Luhde dan Remi merelakan yang tercintanya jatuh kepada pilihan hatinya justru ketika Kugy dan Keenan bertekad untuk melupakan perasaan keduanya dan serius terhadap pasangan masing-masing yang jelas-jelas ada di depan mata. Tapi, takdir memang menginginkan bersatunya Keenan dan Kugy.
                Dalam buku ini, Dee seolah menjelma menjadi sosok lain yang berbeda dengan buku-buku karangannya yang lain. Mungkin banyak yang berpendapat bahwa novel ini, nggak DEE banget. Tapi alur ceritanya yang unik dan tidak gampang diplagiat, membuat novel ini menjadi roman cinta yang setiap detailnya sayang dilewatkan. Terlebih, menurut saya, Dee berhasil menaskahkan sebuah ke-absurd-an dari keluarga Kugy yang kacau balau plus “berantakan” dan mengundang tawa. Serta, ia pun berhasil mentransferkan maksud, arti, dan makna yang terkisah dari cerita ini lewat kata-katanya.
                Tetapi, Saya menemukan sebuah kejanggalan. Yaitu: hilangnya Wanda dalam novel ini setelah kejadian “bongkar rahasia” di pertunangan Eko dan Noni. Padahal, Saya kira, Wanda akan muncul lagi dan dapat bertemu dengan Keenan di hari pernikahan Eko dan Noni, mengingat bahwa Wanda adalah sepupu dekat Noni. Tidak mungkin bukan jika keluarga Wanda tidak menghadiri acara keluarga besar sepenting itu? Mungkin, akan lebih rasional jika sebelumnya diceritakan bahwa Wanda kembali ke Negara studi S1-nya di Amerika. Padahal sebelum Saya melanjutkan membaca bab berlatar pernikahan Noni dan Eko, imajinasi Saya sudah melayang membayangkan kisah selanjutnya yang lebih complicated dengan bertemunya kembali Kugy, Keenan, dan Wanda.
                Lalu, kemana dan dimanakah Wanda? Who knows… ;)

Sumber : http://nidaiteung.blogspot.com/2012/08/resensi-novel-perahu-kertas.html

PUISI 2



DOA UNTUK IBU
Puisi Mutia Fitriyani

Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani

DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku

Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada

Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu